Olahraga Yang Dianjurkan Untuk Atlet Lari
Olahraga Yang Dianjurkan Untuk Atlet Lari

Olahraga Yang Dianjurkan Untuk Atlet Lari
Seorang atlet lari tidak hanya menguasai teknik lari, namun seorang pelari juga perlu menyertakan jenis olahraga lainnya agar stamina tubuh tetap terjaga saat mengikuti race. Latihan ini juga berfungsi agar pelari bisa meningkatkan kecepatan, jarak, efisiensi waktu, hingga menghindari terjadinya cedera.
Berikut olahraga yang dianjurkan untuk atlet lari :
Freeletics
Freeletics adalah olahraga yang menggunakan berat badan sendiri dan bisa dilakukan secara individu atau tim. Olahraga ini bisa dilakukan di mana saja, baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Idealnya freeletics ditempuh dalam waktu 15 sampai 60 menit. Salah satu olahraga freeletics yang populer adalah squats, gerakan yang paling efektif untuk memperkuat otot tubuh bagian bawah. Ada basic squats, sumo squats, dan wall sit, juga baik untuk mengaktifkan core hingga menguatkan otot paha depan, paha belakang, serta pinggul.
Selain itu gerakan push up, sit up, plank, dan lunges juga bisa dilakukan untuk menambah stamina lari . Setiap sesi latihan harus diukur dengan kemampuan tubuh agar bisa ditambah intensitasnya sesuai kebutuhan.
Latihan Beban
Ada beberapa latihan beban ringan sebagai penunjang lari. Dengan menggunakan dumbbell, bisa menambahkan beban dalam latihannya. Contohnya, ambil satu langkah lebar ke samping, dengan posisi kaki tetap lurus pegang satu dumbbell pada masing-masing tangan kanan dan kiri. Lakukan langkah besar ke depan sambil setengah jongkok. Ulangi dengan langkah kaki satunya. Gerakan ringan dengan bantuan beban ini mampu menguatkan otot pelari agar lebih cepat dan menghindari cedera.